
Tangkahan adalah daerah kecil di Kabupaten
Langkat. Daerah ini masih menyimpan kekayaan alam seperti hutan, sungai,
flora dan fauna, yang di tempat lain sudah punah keberadaannya.
Belakangan, Tangkahan makin dikenal sebagai destinasi ekowisata baru di
samping Bukit Lawang, yang masih berlokasi di sekitar kawasan pegunungan
Leuser yang gagah.Perjalanan dari Medan ke Tangkahan sekitar 3 jam.
Sebenarnya jaraknya lebih dekat dari Bukit Lawang, tapi jalan ke sini
memang masih agak buruk, meskipun ada juga bus-bus besar yang
melewatinya. Menuju Tangkahan, nantinya akan melewati Kecamatan Padang Tualang dan Batang Serangan. Sayangnya Pemerintah Kabupaten masih mengabaikan tempat wisata yang mempesona ini karena jalan menuju lokasi sebagian belum di aspal, bahkan harus sigap berkelit dari lubang-lubang yang selalu mengancam di sepanjang jalan.

Semakin mendekati objek yang dituju, perkebunan kelapa sawit semakin mendominasi, karena Tangkahan memang berada di balik perkebunan milik PTPN.
Ada dua penginapan komersil yang sangat nyaman dipakai bersantai untuk menikmati wisata Tangakahan, yaitu Bamboo River dan Jungle Loed. Sambil menentukan objek yang akan didatangi, kami memutuskan tidur sementara di kantor CRU (Conservation Response Unit).
Di Pantai Kupu-kupu, kita bisa menyaksikan panorama ratusan kupu-kupu warna-warni dengan beragam ukuran di sepanjang pinggiran sungai sepanjang 500 meter. Panorama ini hanya muncul setiap pukul 06.00 pagi. Indah sekali! Anehnya, jika lewat atau kurang dari jam tersebut, jangan berharap dapat menyaksikan kupu-kupu di sini. Jadi, waktu harus betul-betul dijaga jika tak ingin kehilangan momen-momen menarik selama di Tangkahan.
Kalau suka, pengunjung juga bisa melakukan hiking, masuk ke dalam
hutan. Aneka flora dan fauna menunggu di dalamnya. Ada pohon raja, yaitu
pohon dengan ukuran terbesar dan terpanjang, memiliki batang berwarna
putih dan selalu menjadi tempat bermain dan berayun kedih (monyet
berukuran kecil). Tidak hanya itu kita juga dapat bermain dengan
gajah-gajah, karena terdapat penangkaran gajah di sana, kita juga dapat
berkeliling ke hutan menaiki gajah denga tariff Rp. 300.000 per/orang,
selain itu juga dapat memandikannya pada pkl. 16.00 setiap hari.
Flora
lain yang tak kalah indahnya adalah bunga raflesia.Tak kurang dari 11 raflesia siap untuk mekar, bahkan 1 di antaranya tengah berkembang, memamerkan kelopaknya yang berwarna merah. Raflesia didapati pada ketinggian 100 meter dari sungai. Perlu perjuangan memang untuk menyaksikan bunga langka ini. Jalanan yang mendaki dan menurun mengikuti alur sungai menjadi petualangan tersendiri. Tempat menarik lainnya adalah taman bunga di Puncak Lobangan. Lokasi ini memiliki ketinggian sekitar 1.500 meter dpl.

Di taman bunga ini, aneka bunga mekar menjadi pemandangan super romantis. Sebuah pemandangan mahal. Ke mana mata memandang, yang tampak hanya lautan bunga. Bahkan, pohon-pohon besar di taman alam ini turut berbunga. Tapi taman bunga ini hanya bisa dilihat pada saat-saat tertentu, tergantung musim. Menurut cerita penduduk, dibutuhkan waktu sekitar 3 hari perjalanan ke Puncak Lobangan.
Fauna di hutan Tangkahan tidak kalah kayanya. Di sini masih berkeliaran harimau, orang utan, monyet ekor panjang hingga beruang. Itu belum menyebut berbagai jenis unggas dengan ukuran besar kecil dan warna bulu yang bervariasi. Di antaranya adalah enggang, dan kuau (sejenis merak) yang sudah langka. Sedangkan untuk hewan air, sungai menjadi kerajaan berbagai jenis ikan, mulai dari ikan jurung, baung, hingga udang-udangan.

Bila ke Tangkahan, jangan lupa menyambangi gua-guanya. Salah satu yang terkenal di antaranya adalah Gua Sekucip. Gua ini memiliki lorong panjang berkamar-kamar. Tidak berapa jauh dari sana, Anda bisa menikmati air panas alami. Sepertinya pemandian ini sengaja disediakan setelah melewati sebuah perjalanan yang cukup melelahkan. Di dalamnya pengunjung bisa rileks hingga lupa waktu.
Yang tak kalah seru adalah panorama Air Terjun Kenangan. Disebut
Kenangan, karena air terjun ini memiliki cerita tersendiri pada salah seorang ranger yang hampir terenggut nyawanya. Selain Air Terjun Kenangan, ada juga Air Terjun Glugur dan Air Terjun Sungai Buluh. Air terjun terakhir ini relatif lebih dekat dari penginapan.
Dari Gua Sekucip, pengunjung dapat menikmati olah raga air chubing. Rutenya berakhir di Air Terjun Glugur dengan panjang sekitar 4 km. Berayun dibawa arus air dan tubuh hanya bersandar pada sebuah ban, ternyata menarik juga.
klik untuk liat Video
klik untuk liat Videonya
Editor : MAC. Welfrin




1 komentar :
Sungguh Indah Alam Indonesia Mari Kita jaga Kelestariannya.Salam MAC BRAVO....
Posting Komentar